Jumat, 20 Mei 2016
Inilah Hakekat Berpuasa
Mari Ikhlas & Bertaqwa
❗🌳 Pentingnya Ikhlas & Taqwa Kepada Allah 🌳❗
💎 Ibnul Jawzi berkata, "Demi Allah aku mendapati orang yang lama menuntut ilmu hingga tua namun kemudian dia langgar batasan Allah (melakukan maksiat), maka dia pun hina di mata orang lain, bahkan mereka tidak mahu melihat padanya (tidak mereka anggap sama sekali). Walaupun ilmunya banyak dan perjuangannya besar!!
🔹Dan aku pun telah mendapati orang yang selalu yakin diawasi Allah (bertaqwa) walaupun dia masih muda dan ilmunya masih sedikit dibanding orang tadi, Allah agungkan kedudukannya dihati hambaNya, maka mereka pun senang padanya dan mereka sanjung bahkan melebihi kebaikan yang ada padanya.
🔹Demi Allah aku mendapati orang yang banyak solat, banyak puasa dan banyak diam, berusaha menampakkan khusyu' pada dirinya, dan pakaiannya sementara hati orang lari darinya dan martabatnya dimata mereka jauh dari yang tampak darinya.
🔹Aku melihat orang yang pakaiannya mewah, bahkan tidak terlalu banyak amalan sunnah yang dia lakukan dan tidak terlalu tampak kekhusyu'an pada dirinya akan tetapi hati orang sepakat untuk mencintainya.
🔹Aku pelajari sebab dari semua itu maka aku dapati sebabnya adalah batin (ikhlas dan taqwa).
🔹Maka orang yang selalu membenahi batinnya akan tersebar aroma wanginya dan akan lekat didalam hati setiap orang sehingga semua akan mengeluarkan wanginya (ertinya semua orang akan memuji dan mencintainya).
🔹Maka takutlah pada Allah, ingatlah selalu padaNya untuk selalu engkau benahi batinmu kerana sungguh kesolehan secara zahir (lahiriyah) tidak akan ada guna jika batinmu rosak." (Shoydul Khotir Ibnul Jawzi 335-336)
✍🏽 Al-Ustadz Usamah Mahri berkata, "Dan kitab-kitab aqidah serta tauhid merupakan bahan terbaik untuk membenahi batin kita. Walhamdulillah itu banyak dari karya ulama dan masyayikh kita.
☝🏼Oleh sebab itu para ulama seperti Syaikh Ibn Baz, majlis beliau tidak pernah lepas dari kitab tauhid رحمه الله.
☝🏼Maka pentingkan oleh kita untuk selalu hadir di majlis yang mengajarkan tauhid.
والله يعين"
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
🔴صيد الخاطر في إصلاح السرائر🔴
👇قال إبن الجوزي👇
《🔹 ولقد رأيت والله من أنفق عمره في العلم إلى أن كبرت سِنه، ثم تعدى الحدود (أي: تجاوز حدود الله)، فهان عند الخلق، وكانوا لايلتفتون إليه مع غزارة علمه، وقوة مجاهدته!!.
🔹 ولقد رأيت من كان يراقب الله جل وعلا في صبوته ـمع قصوره بالإضافة إلى ذلك العالمـ، فعظم الله جل وعلا قدره في القلوب حتى علقته النفوس ووصفته بما يزيد على مافيه من الخير》.
《🔹 والله لقد رأيت من يكثر الصلاة والصوم والصمت، ويتخشع في نفسه ولباسه والقلوب تنبو عنه، وقدره في الناس ليس بذاك!!.
🔹 ورأيت من يلبس فاخر الثياب وليس له كبير نفل ولا تخشع، والقلوب تتهافت على محبته.
🔹فتدبرت السبب فوجدته الســــــريــــــــرة.
🔹 فمن أصلح سريرته، فاح عبير فضله، وعبقت القلوب بنشر طيبه.
🔹 فالله الله في السرائر، فإنه ما ينفع مع فسادها صلاح ظاهر》.
📚 صيد الخاطر ﻻبن الجوزي
ص 336 و 355
📂 (Faedah ilmiah dari al-Ustadz Usamah Mahri di WhatsApp طريق السلف)
📚 WhatsApp طريق السلف 📚
🌐 www.thoriqussalaf.com
🌐 telegram: http://bit.ly/thoriqussalaf
○○○○○🌷🌷🌷🌷🌷○○○○○
Boleh jadi yang kamu benci itu baik bagimu
〰〰〰〰〰〰
⛔️ 🌺 *Bisa Jadi Kamu Benci Sesuatu Tapi Itu Baik Bagimu*
〰〰〰〰〰〰
وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ
_“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”_ *(Al-Baqarah: 216)*
🎁 Dalam ayat ini ada beberapa hikmah dan rahasia serta maslahat untuk seorang hamba. Karena sesungguhnya jika seorang hamba tahu bahwa sesuatu yang dibenci itu terkadang membawa sesuatu yang disukai, sebagaimana yang disukai terkadang membawa sesuatu yang dibenci, iapun tidak akan merasa aman untuk tertimpa sesuatu yang mencelakakan menyertai sesuatu yang menyenangkan. Dan iapun tidak akan putus asa untuk mendapatkan sesuatu yang menyenangkan menyertai sesuatu yang mencelakakan. Ia tidak tahu akibat suatu perkara, karena sesungguhnya Allah 'azza wa jalla mengetahui sesuatu yang tidak diketahui oleh hamba. Dan ini menumbuhkan pada diri hamba beberapa hal:
1⃣ Bahwa tidak ada yang lebih bermanfaat bagi hamba daripada melakukan perintah Allah 'azza wa jalla, walaupun di awalnya terasa berat. Karena seluruh akibatnya adalah kebaikan dan menyenangkan, serta kenikmatan-kenikmatan dan kebahagiaan. Walaupun jiwanya benci, akan tetapi hal itu akan lebih baik dan bermanfaat. Demikian pula, tidak ada yang lebih mencelakakan dia daripada melakukan larangan, walaupun jiwanya cenderung dan condong kepadanya. Karena semua akibatnya adalah penderitaan, kesedihan, kejelekan, dan berbagai musibah.
Ciri khas orang yang berakal sehat, ia akan bersabar dengan penderitaan sesaat, yang akan berbuah kenikmatan yang besar dan kebaikan yang banyak. Dan ia akan menahan diri dari kenikmatan sesaat yang mengakibatkan kepedihan yang besar dan penderitaan yang berlarut-larut.
Adapun pandangan orang yang bodoh itu (dangkal), sehingga ia tidak akan melampaui permukaan dan tidak akan sampai kepada ujung akibatnya. Sementara orang yang berakal lagi cerdas akan senantiasa melihat kepada puncak akibat sesuatu yang berada di balik tirai permukaannya. Iapun akan melihat apa yang di balik tirai tersebut berupa akibat-akibat yang baik ataupun yang jelek. Sehingga ia memandang suatu larangan itu bagai makanan lezat yang telah tercampur dengan racun yang mematikan. Setiap kali kelezatannya menggodanya untuk memakannya, maka racunnya menghalanginya (untuk memakannya). Ia juga memandang perintah-perintah Allah 'azza wa jalla bagai obat yang pahit rasanya, namun mengantarkan kepada kesembuhan dan kesehatan. Maka, setiap kali kebenciannya terhadap rasa (pahit)nya menghalanginya untuk mengonsumsinya, manfaatnyapun akan memerintahkannya untuk mengonsumsinya.
Akan tetapi, itu semua memerlukan ilmu yang lebih, yang dengannya ia akan mengetahui akibat dari sesuatu. Juga memerlukan kesabaran yang kuat, yang mengokohkan dirinya untuk memikul beban perjalanannya, demi mendapatkan apa yang dia harapkan di pengujung jalan. Kalau ia kehilangan ilmu yang yakin dan kesabaran maka ia akan terhambat dari memperolehnya. Tetapi bila ilmu yakinnya dan kesabarannya kuat, maka ringan baginya segala beban yang ia pikul dalam rangka memperoleh kebaikan yang langgeng dan kenikmatan yang abadi.
2⃣ Di antara rahasia ayat ini bahwa ayat ini menghendaki seorang hamba untuk menyerahkan urusan kepada Dzat yang mengetahui akibat segala perkara serta ridha dengan apa yang Ia pilihkan dan takdirkan untuknya, karena dia mengharapkan dari-Nya akibat-akibat yang baik.
3⃣ Bahwa seorang hamba tidak boleh memiliki suatu pandangan yang mendahului keputusan Allah 'azza wa jalla, atau memilih sesuatu yang tidak Allah 'azza wa jalla pilih serta memohon-Nya sesuatu yang ia tidak mengetahuinya. Karena barangkali di situlah kecelakaan dan kebinasaannya, sementara ia tidak mengetahuinya. Sehingga janganlah ia memilih sesuatu mendahului pilihan-Nya. Bahkan semestinya ia memohon kepada-Nya pilihan-Nya yang baik untuk dirinya serta memohon-Nya agar menjadikan dirinya ridha dengan pilihan-Nya. Karena tidak ada yang lebih bermanfaat untuknya daripada hal ini.
4⃣ Bahwa bila seorang hamba menyerahkan urusan kepada Rabbnya serta ridha dengan apa yang Allah 'azza wa jalla pilihkan untuk dirinya, Allah subhanahu wa ta'ala pun akan mengirimkan bantuan-Nya kepadanya untuk melakukan apa yang Allah 'azza wa jalla pilihkan, berupa kekuatan dan tekad serta kesabaran. Juga, Allah subhanahu wa ta'ala akan palingkan darinya segala yang memalingkannya darinya, di mana hal itu menjadi penghalang pilihan hamba tersebut untuk dirinya. Allah 'azza wa jalla pun akan memperlihatkan kepadanya akibat-akibat baik pilihan-Nya untuk dirinya, yang ia tidak akan mampu mencapainya walaupun sebagian dari apa yang dia lihat pada pilihannya untuk dirinya.
5⃣ Di antara hikmah ayat ini, bahwa ayat ini membuat lega hamba dari berbagai pikiran yang meletihkan pada berbagai macam pilihan. Juga melegakan kalbunya dari perhitungan-perhitungan dan rencana-rencananya, yang ia terus-menerus naik turun pada tebing-tebingnya. Namun demikian, iapun tidak mampu keluar atau lepas dari apa yang Allah 'azza wa jalla telah taqdirkan. Seandainya ia ridha dengan pilihan Allah 'azza wa jalla maka takdir akan menghampirinya dalam keadaan ia terpuji dan tersyukuri serta terkasihi oleh Allah 'azza wa jalla. Bila tidak, maka taqdir tetap akan berjalan padanya dalam keadaan ia tercela dan tidak mendapatkan kasih sayang-Nya karena ia bersama pilihannya sendiri. Dan ketika seorang hamba tepat dalam menyerahkan urusan kepada Allah subhanahu wa ta'ala dan ridhanya kepada-Nya, ia akan diapit oleh kelembutan-Nya dan kasih sayang-Nya dalam menjalani taqdir ini. Sehingga ia berada di antara kelembutan-Nya dan kasih sayang-Nya. Kasih sayang-Nya melindunginya dari apa yang ia khawatirkan, dan kelembutan-Nya membuatnya merasa ringan dalam menjalani taqdir-Nya.
Bila taqdir itu terlaksana pada seorang hamba, maka di antara sebab kuatnya tekanan taqdir itu pada dirinya adalah usahanya untuk menolaknya. Sehingga bila demikian, tiada yang lebih bermanfaat baginya daripada berserah diri dan melemparkan dirinya di hadapan taqdir dalam keadaan terkapar, seolah sebuah mayat. Dan sesungguhnya binatang buas itu tidak akan rela memakan mayat.
📝 (Diterjemahkan oleh Al-Ustadz Qomar ZA -hafizhahullah- dari buku Al-Fawa'id hal. 153-155) (Ibnul Qayyim)
🔼 ✍ Disalin dari http://asysyariah.com/bisa-jadi-kamu-benci-sesuatu-tapi-itu-baik-bagimu/
Kemarin, Sekarang & Esok
📗📝🌍 DUNIA ITU HANYA TIGA HARI
💺 Al-Hasan al-Bashry - رحمه الله - berkata:
🌍Dunia itu ada tiga hari :
❶ Hari kemarin sudah berlalu apa yang ada di dalamnya.
❷ Adapun hari esok, boleh jadi engkau tidak mendapatkannya.
❸ Adapun hari ini milikmu, maka beramallah engkau di dalamnya.
📓Az-Zahid Lil-Baihaqy 1/198
💺 *قال اﻟﺤﺴﻦ البصري* رحمه الله :
🌍 "اﻟﺪﻧﻴﺎ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﻳﺎﻡ :
١ ــ *ﺃﻣّﺎ ﺃﻣﺲ* ﻓﻘﺪ ﺫﻫﺐَ ﺑﻤﺎ ﻓﻴﻪ،
٢ ــ *ﻭﺃﻣّﺎ ﻏﺪا*ً ﻓﻠﻌﻠﻚ ﺃﻥ ﻻ ﺗُﺪﺭﻛﻪ،
٣ ــ *ﻓﺎﻟـﻴـﻮﻡ*ﻟـﻚ ﻓـﺎﻋـﻤـﻞْ ﻓـﻴـﻪ."
📓 [الزهد للبيهقي ١٩٦/١]
📚Majmu'ah
Alhaqqu Ahabbu Ilaina
📟Channel Telegram
http://bit.ly/Alhaqquahabbuilaina
💻Faedah Lainnya Kunjungi www.alhaq.salafymedia.com
Senin, 09 Mei 2016
Betapa Aku Membutuhkan-Mu Ya Rabb
Jumat, 29 April 2016
Istighfarlah..
☔ KEDUDUKAN ISTIGHFAR SETELAH WAFATNYA NABI
(shollallohu 'alaihi wasallam)
🔹Alloh ta'ala berfirman:
(( وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُون )َ)
☄"Dan Alloh sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang KAMU berada di antara mereka. Dan tidak (pula) Alloh akan mengazab mereka, sedang mereka ber-ISTIGHFAR (meminta ampun)"
(Al-Anfaal : 33)
🔹Ibnu Abbas -rodhiyallohu 'anhuma- berkata:
☄"Dulu di tengah-tengah kaum muslimin ada dua (penyebab terjaganya ) keamanan yaitu : keberadaan NABI (shollallohu 'alaihi wasallam) dan ISTIGHFAR.
☄Namun setelah itu wafatlah Nabi (shollallohu 'alaihi wasallam),
sehingga yang tersisa sekarang adalah ISTIGHFAR..."
📚(Tafsir Ibnu Katsir 2/372)
☄☄☄☄☄☄☄☄☄☄☄
قال الله تعالى :
{ وما كان الله لِيُعذِّبهم وأنت فيهم وما كان الله معذبهم وهم يستغفرون }
قال ابن عباس رضي الله عنهما :
كان فيهم أمانان :النبي ﷺ والاستغفار, فذهب النبي ﷺ وبقي الاستغفار .
[ تفسير ابن كثير (2/372) ]
☄☄☄☄☄☄☄☄☄☄☄
✍ Ustadz Syamsu Muhajir
📓📕📗📘📙📔📒
📡 Join Channel Telegram
📚 @KEUTAMAANILMU
🌐 Website :
http://darulhijrahalhaq.salafymedia.com/
📇📇📇📇📇📇📇
📮 https://telegram.me/KEUTAMAANILMU
Ujub = BANGGA DIRI, jangan!!
🔥✊🏻❌📢 UJUB MENGHANCURKAN AMAL
🔊 Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
🔹"Jika Allah membukakan untukmu pintu shalat malam, janganlah engkau melihat orang-orang yang tidur dengan pandangan merendahkan!
🔹Jika Allah membukakan untukmu pintu puasa, janganlah engkau melihat orang-orang yang tidak berpuasa dengan pandangan merendahkan!
🔹Jika Allah membukakan untukmu pintu jihad, janganlah engkau melihat orang-orang yang tidak berjihad dengan pandangan merendahkan!
✋🏻 Bisa jadi orang yang tidur, orang yang tidak berpuasa, dan orang yang tidak berjihad, dia lebih dekat dengan Allah dibandingkan dirimu.
🌱 Dan sungguh engkau menghabiskan malam dengan tidur dan bangun pagi dalam keadaan menyesal, itu lebih baik dibandingkan engkau menghabiskan malam dengan shalat, namun di pagi hari engkau merasa ujub.
🔥 Sesungguhnya orang yang ujub amalnya tidak akan ada yang naik (diterima oleh Allah)."
📂 Madaarijus Saalikiin, 1/177.
📚 Majmu'ah an-Nahjul Wadhih
—-------------------
قال الإمام ابن القيم رحمه الله:
إذا فتح الله عليك في باب قيام الليل؛ فلا تنظر للنائمين نظرة ازدراء.
وإذا فتح الله عليك في باب الصيام؛ فلا تنظر للمفطرين نظرة ازدراء.
وإذا فتح الله عليك في باب الجهاد؛ فلا تنظر للقاعدين نظرة ازدراء.
فرب نائم ومفطر وقاعد؛ أقرب إلى الله منك.
وإنك أن تبيت نائما وتصبح نادما خير من أن تبيت قائما وتصبح مُعجَباً، فإن المعجب لا يصعد له عمل.
مدارج السالكين، 1/177
📚 مجموعة النهج الواضح
🌐 WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ http://bit.ly/ForumSalafy

